Kalau boleh jujur, aku sudah bosan bicara korupsi. Korupsi bukan hanya menggurita tapi sudah menjadi gen yang secara turun temurun akan selalu ada. Korupsi memang syarat dengan lobi-lobi, intrik, imajinasi bahkan improvisasi. Jangan heran kalau korupsi bukan menjadi hal yang haram, melainkan hal yang halal tapi diharamkan. Awalnya korupsi tak bicara dengan politik, namun sekarang politik yang bicara korupsi. Permasalahanya bukan terletak kenapa korupsi itu terjadi, siapa yang memberikan dana, melainkan korupsi hadir dalam sebuah pergulatan yang tak tahu siapa yang kalah dan siapa yang menang?
Andai boleh lebih jujur tentu kita harus berkaca pada sebuah kondisi jiwa, jiwa yang tak tahu apa dia salah atau dosa, hanya sekedar untaian ketulusan yang tak bisa hadir dalam proses korupsi. Pergumulan, perselingkuhan, bahkan pemerkosaan kata-kata sering dijadikan landasan buat terjadinya korupsi. Biarkan korupsi berjalan, karena sudah ada dalam kitab perjanjian tuhan.
Perlu digaris bawahi, korupsi memang bukan diperuntukan buat manusia, tapi dibuat sebagai landasan hokum rimba. Letak korupsi bukan hanya ada dalam pikiran, tapi juga kata-kata. Perbendaharaan korupsi bukan hanya harta akan tetapi juga hati. Qolbun marid, begitu kata Imam Ghazali.
Korupsi oh korupsi…..
Kita tidak boleh takut dengan korupsi, kita harus menegakkan keadilan, korupsi itu menyengsarakan rakyat. Pernahkah dia berkata, sebelumnya berjalan kearah WC. Orang korupsi sama seperti orang buang kotoran ditepi jalan, selalu ditutupi meski aromanya tercium juga. Layaknya orang kebelet, orang korupsi juga buru-buru, penuh nafsu, bahkan harus menanggalkan pakaian kebesaranya demi mengeluarkan seonggok keburukan.
Korupsi oh korupsi…
Beritamu menjadi barang jualan media massa, kehadiaranmu ditunggu dan dinanti oleh kutu buku, kedatanganmu akan selalu menjadi momok yang harus diikuti. Korupsi sudah menjadi barang dagangan yang laku dipasaran. Terkadang kita diselimuti oleh lumpur nan hitam.
Korupsi oh korupsi…
Jika aku boleh berkata, apa yang kamu katakana pada korupsi? Maka aku jawab” korupsi adalah hajad bukan pada tempatnya”


